Rasullullah

Sejak kecil setiap orang Islam mengetahui bahwa rukun Iman itu ada 6. dan rukun Iman ke 4 itu adalah iman kepada nabi. Nabi yang kita ketahui jumlahnya ada 25 nabi. Dan nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang mempuyai akhlak yang sangat luar diasa. Belau dikagumi oleh semua ummat Islam dari zamannya hingga sekarang. Tidak ada seorang ummat Isalampun yang tidak mengetahui Nabi Muhammad SAW. Walaupun hanya mengenal namanya saja.

Sebenarnya sebagai ummatnya, kita harus bisa mencintai Beliau dengan segenap cinta. Tetapi untuk menumbuhkan cinta kepada beliau tidaklah mudah, karena kita tidak dapat langsung menatap dan melihat bagaimana Nabi Muhammad menjalani kehidupannya dan menyebarkan agama Islam. Terkadang kita ingin melihat langsung keagungan akhlak yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebenarnya untuk menumbuhkan cinta kepada beliau sangatlah mudah karena kita mempelajari tentang beliau sejak kita duduk dibangku Sekolah Dasar. Saat pelajaran Agama Islam kita sudah mulai dikenalkan kepada Nabi Muhammad SAW. Memang tidak terlalu mendetail oleh sebab itu sebaiknya kita mempunyai peran aktif untuk mau membaca dan mencari refernsi dari buku, majalah atau betanya langsung kepada orang yang mengetahui tentang Beliau.

Cinta itu memang tumbuh karena kita bisa merasakan perjuangan yang beliau lakukan, membaca sejarah beliau dan meresapinya betapa beliau sangat mencintai ummatnya.

Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).

Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.

Tetapi cinta kita kepada Nabi Muhammad tidak seperti itu. Karena mencintai Nabi Muhammad SAW akan membimbing kita masuk dalam surga. Itu sudah menjadi jaminannya. Seperti para sahabat nabi muhammad yang sangat mencintai beliau. Mereka sudah mendapat jaminan dari Allah untuk masuk surga karena mencintai Nabi Muhammad melebihi diri mereka sendiri.

Cinta Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya juga tidak perlu diragukan lagi, ketika beliau akan meninggal, beliau menganggis dan sangat khawatir meninggalkan ummatnya. Beliau bekata ya ALLAH bagaimana ummatku nanti. Begitu besar cinta Beliau pada ummatnya. Sampai-sampai ketika ajal akan menjemputpun beliau masih memikirkan kita ummatnya. Pantaskah kita untuk tidak membalas mencintai beliau. Walaupun beliau sesungguhnya tidak pernah meminta kita untuk membalas cinta yang beliau berikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s