Muhammad Yunus

Penerima Penghargaan Perdamaian Nobel 2006, Muhammad Yunus baru-baru ini berkunjung ke Indonesia.Pria kelahiran 1940 ini adalah seorang bankir dari Bangladesh yang mengembangkan konsep kredit mikro, yaitu pengembangan pinjaman skala kecil untuk usahawan miskin yang tidak mampu meminjam dari bank umum. Yunus mengimplementasikan gagasan ini dengan mendirikan Grameen Bank. Sebelum menerima Pengahargaan Nobel,beliau juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XII2001.

Dalam kunjungannya selasa 07 Agustus 2007 kemarin Muhammad Yunus memprediksi bahwa pada tahun 2030 kemiskinan di Indonesia akan masuk museum. Yunus melihat Indonesia sudah sesuai dengan target Millenium Development Goal’s untuk mengurangi kemiskinan sampai 50% pada tahun 2015 artinya 15 tahun berikutnya kemiskinan di Indonesia bisa dikurangi hingga 0%.

Dalam ceramahnya di depan Presiden SBY dengan Tema ”We Can Put Poverty in the Museum” beliau memberikan saran, salah satunya adalah Indonesia perlu membuat kerangka hukum baru. Saat ini Indonesia sudah memiliki hukum bank tetapi tidak ada hukum bank untuk menciptakan bank dengan kredit mikro. Bank kredit mikro membutuhkan kerangka hukum berbeda, sehingga kerangka hukum bank baru harus dibuat guna menciptakan lebih banyak lagi bank kredit mikro. Dan juga perlu dibuat oleh pemerintah sebuah badan regulator independen untuk mengawasi bank-bank tersebut.

Yunus membantah anggapan bahwa orang-orang miskin adalah pemalas, menurutnya orang miskin juga bisa kreatif tetapi tidak memiliki akses terhadap kredit. Jika orang miskin diberikan kredit, mereka bisa menentukan nasibnya sendiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Selain itu beliau juga memberikan saran lain yaitu Indonesia harus mempersiapkan generasi muda untuk melanjutkan semua tugas ini.

Selama 6 hari di Jakarta, beliau akan menjadi dosen keliling di sejumlah perguruan tinggi antara lain di Universitas Padjajaran, Sampoerna School of Bussines and Management ITB, dan Universitas Gajah Mada (UGM). Di UGM beliau memberikan kuliah dengan tema “Poverty Alleviatons through emprowering microfinance”. Selain itu beliau juga bercerita tentang awal mulanya merintis Grameen Bank. Grameen Bank membidik pasaran kaum miskin terutama kaum miskin perempuan. Kredit yang diberikan Grameen Bank sama sekali tidak menuntut adanya jaminan, dan hanya berlandaskan saling percaya. Kredit Grameen Bank tumbuh pesat setelah disampaikan dari mulut ke mulut oleh kaum miskin perempuan di Bangladesh. Dan saat ini kaum miskin, terutama kaum miskin perempuan di Bangladesh sudah mampu bangkit dari kemiskinan.

Salah satu contoh baik yang patut di coba oleh Indonesia dalam memberantas kemiskinan. Karena bagaimanapun Indonesia harus berubah tuk menjadi yang lebih baik. Apalagi besok Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke 62. Sudah sepatutnya Indonesia berubah ok.

One thought on “Muhammad Yunus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s