Renunganku 01

Seorang bapak duduk sendiri meratapi nasibnya, dia baru saja di PHK dari tempat kerjanya. Padahal saat ini dia sangat membutuhkan pekerjaan tersebut karena dia sedang membutuhkan biaya ke dokter untuk istrinya yang sedang sakit dan butuh biaya untuk biaya sekolah anaknya yang sudahtertunggak selama 6 bulan. Total biaya yang dibutuhkan 1 juta. Dalam keadaan panik dan terdesak akhirnya dia memutuskan membuat surat, dalam suratnya dia menuliskan keluh kesahnya dan menuliskan perincian biaya yang dia butuhkan. Selesai menulis surat, dia kirimkan surat itu dengan alamat Kepada Yth: Tuhan Yang Maha Esa, dimanapun berada. Lalu dia poskan lah surat itu. Dan ketika pak pos ingin mengantar surat itu dia bingung, mau diantarkan kemana? dalam keadaan bingung dia antarkan saja pada polisi karena pak pos yakin polisi tau alamat tersebut. Kepala Polisi yang menerima surat itu juga bingung dan penasaran, takut-takut yang mengirim surat ini adalah teroris. Akhirnya dibukalah surat tersebut ketika selesai dibaca kepala polisi jadi terunyah hatinya. Kemudian dia mengumpulkan semua anggotanya dan menceritakan isi surat tersebut. Maka bersimpatilah semua anggota polisi dan dengan kesadaran mereka mengumpulkan uang untuk si pengirim surat tersebut. Alhasil terkumpullah sejumlah uang sebesar 800 ribu. Dan kemudian diantarkanlah uang tersebut kepada si pengirim surat. Begitu gembiranya bapak si pengrim surat ketika mendapatkan uang tersebut dari pak polisi, dalam hatinya dia berfikir tidak percuma dia mengirim surat. Dan mengucapkan terima kasih kepada polisi. Tidak lupa juga dia mengucapkan syukur kepada tuhan yang telah memberikan dia uang tetapi dalam hatinya dia berbicara “ya Tuhan terima kasih atas uang yang kau berikan padaku, tapi lain kali kalau mau ngasih uang langsung saja ke saya tidak usah ke pak polisi” katanya. Jadi dia mengira uang tersebut sebenarnya 1 juta tapi sudah di potong oleh pak polisi 20%. (he…he…)

Dari cerita di atas, saya jadi mengerti bahwa hidup di dunia ini kita harus saling percaya karena kita butuh kepercayaan, “hidup akan lebih mudah dijalankan ketika kita bisa saling percaya”. Terlihat mudah tetapi sulit untuk dilakukan. Seperti orang yang minta sumbangan untuk panti asuhan atau masjid terkadang saya sulit mempercayainya, takut orang tersebut berbohong, tapi  siapa tau perkiraan saya salah dan orang tersebut benar-benar meminta sumbangan untuk panti asuhan atau pembangunan masjid.

Fenomena hilangnya kepercayaan ini, saya rasa sudah mulai menghilang di Indonesia. Terlihat banyaknya pejabat-pejabat pemerintahan yang melakukan kecurangan. Saya tahu tidak semua pejabat pemerintahan seperti itu, hanya beberapa oknum saja. Tapi membuat citra pemerintahan menjadi buruk.

Memang kepercayaan itu sangat sulit untuk di jaga. Tapi saya rasa kita harus mulai menumbuhkan rasa percaya. Tidak hanya untuk membenahi negara tapi yang terpenting untuk diri kita sendiri dulu. Tumbuhnya kepercayaan itu dengan bicara yang benar. Itu akan menandakan jika kita JUJUR. Jadi mari kita mulai dari sekarang, dari diri saya, anda dan negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s