Kondom Gratis: Bukan suatu jalan keluar

Kemarin selain di peringati sebagai hari HIV/AIDS sedunia, ternyata pemerintah juga memperingati hari sepekan kondom nasional. Acara peringatan tersebut dirayakan dengan membagikan kondom gratis kepada halayak ramai. Wow mudahnya mendapatkan kodom.

Saya termasuk salah seorang yang tidak setuju dengan acara pembagian kondom gratis. Ini terlihat bahwa pemerintah menghalalkan free sex di negara kita yang notabene adalah warganya beragama Islam.

Dengan pembagian kondom gratis tidak menjamin pencegahan HIV/AIDS. Sebaliknya, hal itu hanya akan mendorong praktik seks bebas yang justru berujung pada penjangkitan penyakit HIV/AIDS. Sebab, berdasarkan survei, kondom tidak efektif dalam mencegah HIV/AIDS.

Dengan adanya pembagian kondom gratis akan memicu kalangan muda untuk mengetahui kegunaan kondom dengan cara menyoba-nyoba free sex itu. Apalagi bagi kalangan muda yang lemah iman. Seharusnya pemerintah menganjurkan untuk tidak mencoba free sex selain akan menimbulkan penyakit kelamin juga kemungkinan tertular HIV/AIDS sangatlah besar.

Save sex dengan kondom hanya sebuah tameng untuk ajakan free sex alias berzina yang mendapat legalitas atau ijin resmi. Dengan memakai kondom, seolah ingin dikatakan “Jangan takut melakukan free sex. Nggak perlu nikah dulu untuk bisa melakukan seks. Nggak perlu takut kena penyakit kelamin atau AIDS. Kan sudah pake kondom.”

Entah ide gila siapa pembagian kondom gratis ini? karena di dunia sekarang ini mana ada yang gratis. Adakah pihak-pihak yang diuntungkan dengan adanya kondom gratis ini. Pertanyaan besar yang harus dijawab oleh kita sebagai pemuda bangsa.

Sebaiknya sekarang kita anjurkan untuk pemuda-pemudi segala umur untuk tidak melakukan hubungan sex before married. Karena melakukan hubungan sex before married banyak ruginya daripada untungnya. Antara lain: kamu bisa tertular penyakit kelamin, tertular HIV/AIDs, atau kamu bisa hamil dan kehilangan cita-cita yang kamu mimpi-mimpikan.

Coba pemerintah ulang kembali ide pembagian kondom gratis ini. Karena tidak ada keuntungan sama sekali dari pembagian kondom gratis ini. Padahal untuk membentuk karakter pemuda-pemudi Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Tetapi jika pemerintahnya saja sudah mempunyai ide yang tidak baik, maka jangan salahkan jika prilaku pemuda-pemudinya jelek.

Ini harus menjadi perengunan bersama dan cari jalan keluar bersama. Karena pembagian kondom gratis ini bukan suatu solusi yang baik dalam pencegahan  penularan HIV/AIDS.

One thought on “Kondom Gratis: Bukan suatu jalan keluar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s