2 Lembaga Pendidikan yang berbeda

Perencanaan Pendidikan Islam merupakan salah satu mata kuliah favorit saya. Karena mata kuliah Perencaan Pendidikan Islam sangat penting bagi seorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan baik ia sebagai pemilik maupun sebagai pekerjanya. Dalam mata kuliah ini kami diajarkan tentang teori-teori untuk membuat perencanaan sampai pada tahap evaluasinya.

Oleh sebab itu hari Kamis, 06 Desember 2007 saya dan teman-teman berkunjung ke 2 Lembaga Pendidikan yang ada di Surabaya untuk melihat bagaimana 2 lembaga itu membuat perencaan dalam membangun lembaga pendidikan hingga maju. Kunjungan ini sangat penting agar kami tidak hanya mengetahui teori saja tanpa mengetahui bagaimana praktek perencanaan tersebut dari pembuatan, pelaksanaan sampai evaluasinya.

Pertama: saya dan teman-teman berkunjung ke SMA AL HIKMAH Surabaya. Kesan pertama yang saya lihat adalah sekolah ini merupakan bonafit. Terlihat dari bangunan, fasilitas, dan murid-muridnya. Yach karena bagaimanapun kesan pertama pasti apa yang pertama kali kita lihat. Disana kami diterima oleh Kepala Sekolah Bpk Edi dan Wakilnya Bu Nufus. Beliau berdua memaparkan semua seluk-beluk yang ada dalam SMA AL HIKMAH baik dari segi manajemen kepegawaian, sarana & prasarana, keuangan, kurikulum, dan humas. Diskusi bersama pun kami lakukan agar info yang kami dapatkan lebih mendalam. Karena waktu yang terbatas, karena selain berkunjung ke SMA AL HIKMAH masih ada lembaga lain yang harus kami kunjungi. Padahal masih banyak pertanyaan yang ingin kami tanyakan.

Kedua: kami berkunjung ke Pondok Pesantren Al Khozimi Sidoarjo. Perbedaan pun terlihat jelas. Setelah melihat sebuah sekolah yang bonafit kemudian saya melihat sekolah yang sederhana. Tetapi yang paling membuat saya terkesan sekali adalah penyambutan mereka yang sangat welcome. Di sana kami diterima oleh Pengasuh Pondok, Ustadh dan muridnya. Bapak Pengasuh Pondok Pesantren pun memaparkan dengan jelas sekali semua tentang strategi-strageginya. Dengan gaya khas seorang Kyai yang lucu sehingga membuat kami tidak bosan. Diskusi bersama pun kami lakukan dan semua pertanyaan dari kami dijawab dengan beliau. Selain itu banyak nasehat yang beliau berikan kepada kami. Wah pokoknya kedua lembaga pendidikan yang saya kunjungi saat itu benar-benar memberikan kesan yang berbeda. Ada kesan baik dan buruk pastinya.

Kesan baik di SMA AL HIKMAH disana kami melihat keterbukaan dalam menyampaikan berbagai hal tentang sekolah. Kami melihat kedisiplinan mereka dalam berbagai hal ini menjadi masukan penting kami agar lebih menghargai waktu. Kesan buruknya: terlihat kesombongan dalam tata cara bersikap dan disana kami cuma disuguhi air mineral saja (padahal spp mereka 875 ribu).

Di Pondok Al Khozimi kesan kekeluargaan sangat terasa sekali, dalam kesederhanaan mereka, mereka menyambut kami dengan baik walaupun kami telat datang. Kami di suguhi snak dan minuman botol. Padahal mereka adalah Pondok yang sederhana dengan biaya sekolah 10 ribu rupiah. Begitu banyak nasehat-nasehat yang Kyai berikan salah satunya “istiqomah” jika kita melakukan segala sesuatu dengan istiqomah maka apapun yang kita lakukan akan berhasil.

Inilah 2 kunjungan ku yang memberi banyak belajaran dan kesan penting buat hidupku. Ternyata walaupun keduanya merupakan lembaga pendidikan Islam tetapi ternyata perbedaan begitu sangat terasa. Memang dunia tidak ada yang sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik Allah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s