Banjir Landa Jakarta

Na lo dimana sekarang? tanya wiwi. Gw lagi di jalan, Kenapa?jawabku. Tolong pulang ke kosan ya, kosan kita kebanjiran, gw takut komputer kena air, jadi please pulang ya na, soalnya gw baru aja pergi, ok kata wiwi. Apa kok bisa sih? ya udah gw pulang sekarang, lo tenag aja ya, entar gw kabarin kalau ada apa-apa, ok, jawabku untuk menenagkan wiwi. Akhirnya sambungan telephonpun aku akhiri.

Kejadian banjir ini terjadi kira-kira bulan Februari 2007. Dan ini pertama kalinya kosan kita kebanjiran. Karena biasanya tidak pernah. Penyebabnya ternyata karena aliran air di depan kosan kurang berfungsi dengan baik. Jadi mengakibatkan air hujan tidak bisa mengalir. Jadilah air hujan itu masuk ke kosan kami. Untungnya barang-barang dikosan masih bisa diselamatkan.

Beberapa tahun belakangan ini Jakarta memang sering sekali di landa banjir. Tahun ini saja sudah 2 kali banjir terjadi. Bulan Februari dan Desember ini. Banjir bulan Februari, tidak separah sekarang. Banjir blan ini benar-benar merendam Jakarta. Lihat saja Muara Baru yang sudah berulang kali terkena banjir akibat hujan dan air pasang.

Kenapa banjir bisa terjadi di Jakarta? Padahal Jakarta adalah Ibukota.  Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, penyebab utama banjir di Jakarta adalah berkurangnya lahan resapan air akibat pendirian bangunan secara besar-besaran. begitu banyak pengembang yang tidak secara serius memperhatikan dampak ekologis akibat pendirian bangunan secara sembarangan. Pembangunan itu sebagian besar dilakukan di daerah-daerah resapan air, sehingga menambah volume air yang tidak terserap. Penyebab lain adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalm melindungi hutan dan kurang disiplin dalam membuang sampah.

Penanggulangan banjir sudah dirancang oleh pemerintah sejak tahun 1973. Yaitu pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) sepanjang 23,5 kilometer. Pada tahun 1987 dibuatkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta untuk pembangunan BKT. Jika BKT selesai dibuat, wilayah seluas 270 kilometer persegi di Jakarta Timur dan Jakarta Utara diharapkan terbebas dari banjir akibat luapan Sungai Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat, dan Cakung.

Namun, hingga akhir tahun 2007 pembangunan BKT belum juga selesai. Pembangunan yang dilakukan masih menyebar di beberapa titik. Penyebabnya adalah pembebasan tanah yang berlarut-larut. Dan lamanya pencairan dana yang akan dipergunakan untuk pembebasan tanah tersebut.

Tapi apakah dengan adanya BKT maka banjir akan hilang dari Jakarta? ternyata tidak BKT hanya mampu mengurangi ketinggian air saja. Oleh sebab itu, sangat diharapkan kesadaran yang tinggi dari masyarakat Jakarta sendiri agar lebih bisa menjaga lingkungannya. Dan juga untuk pemerintah Jakarta secepatnya menyelesaikan BKT. Agra mengurangi terjadinya banjir di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s