Ngawiku sayang-Ngawiku Malang

Ngawi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Ngawi terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Luas 1.245,70 km² dan terdiri  19 kecamatan  yang terbagi dalam sejumlah 213 desa dan 4 kelurahan. Jumlah penduduk sekitar 840.000 (2003) dengan kepadatan 674 jiwa/km².

Di kota inilah ku dilahirkan. Karena kota ini adalah tempat tinggal orang tua ibuku. Masa kecilku pernah kulalui dikota ini, begitupun ketika ku menempuh pendidikan SMP-SMA. Jadi aku sedikit mengetahui perkembangan kota ini.

Ngawi merupakan sebuah kota yang dikelilingi hutan. Coba saja  lihat jika anda melakukan perjalan dari Sragen ke Surabaya. Maka anda akan melihat kawasan hutan terbentang luas di wilayah perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur. Kawasan hutan dapat anda jumpai mulai masuk perbatasan Sragen–Ngawi, Mantingan terus hingga menjelang masuk Kota Ngawi. Ke selatan menuju Madiun, lalu ke timur menuju Caruban, hutan lagi, hingga Nganjuk. Kalau dari Kota Ngawi terus ke timur, akan dijumpai Pertigaan Pos Pemeriksaan  Hasil Hutan. Lurus ke timur sampai ke Caruban, sedang belok kiri sampai Ngraho, kemudian Padangan. Menuju Ngraho, begitu keluar dari Kota dan kabupaten Ngawi, kanan- kiri- depan- belakang adalah bukit-bukit berhutan lebat milik Perhutani. Jarak pandang terbatas, saking lebatnya hutan. Mirip di Gunung Kidul. Pemandangan ini terus saja eksotik hingga masuk Padangan.

Itulah yang aku rasakan 20 tahun lalu, tetapi sekarang tentunya jauh berubah. Terakhir ke Ngawi lebaran kemarin. Hutan gundul menjadi pemandangan baru dalam tahun-tahun belakangan ini. Sangat memprihatinkan. Dengan banyaknya hutan yang gundul maka akan menjadi suatu malapetaka tersendiri. Walaupun sekarang belum terjadi apa-apa pikirku. Yach paling-paling hanya udara di Ngawi menjadi lebih panas saja.

Itulah perkiraanku. Tetapi sekarang akibat hutan gundul sangat tersara. Ngawi di rendam banjir. Padahal sepengetahuanku Ngawi tidak pernah kebanjiran. Sekali banjir inilah banjir terparah yang melanda Ngawi. Selain karena hutan gundul penyebab banjir di Ngawi adalah karena Sungai Bengwan Solo mengalami pedangkalan hingga 80% dari batas normal. Pendangkalan ini disebabkan tingginya erosi dari hulu hingga hilir aliran sungai tersebut. Tingginya erosi menyebabkan pendangkalan sungai dan waduk, karena di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sudah tidak ada lagi lahan resapan air. Penggundulan hutan di sekitar Gunung Lawu dan Deles Klaten sebagai daerah penyangga DAS Bengawan Solo sudah tidak dapat berfungsi dengan baik.

Penyebab dari hutan gundul adalah manusia. Setidaknya kita mengetahui peran penting dari HUTAN. Seharusnya HUTAN ada untuk dilindungi. Boleh saja diambil kayunya tetapi kemudian langsung ditanami kembali.

Kejadian banjir yang melanda Ngawi ataupun sekitarnya harus menjadi pembelajaran untuk kita masyarakat Indonesia. Untuk mulai menjaga, melindungi, dan melestarikan hutan. Agar kejadian banjir ini tidak terulang kembali. Mulailah menanami hutan kita yang kita gunduli dan menjaga daerah resapan air yang ada disekitar sungai. Karena kalau bukan kita yang menjaga lalu siapa lagi. Tumbuhkan kesadaran tersebut dari diri kita kemudian kita tularkan ke orang lain. Ok

   
   
   
   
   

3 thoughts on “Ngawiku sayang-Ngawiku Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s