Belajar dari Malaysia

Salah seorang dosenku baru saja pulang dari Malaysia yaitu Prof. Dr. Ibrahim Bafadhal, M.Pd, beliau membawa oleh-oleh yang unik buat kami. Bukan berbentuk barang tetapi suatu pelajaran yang patut kita contoh dari Malaysia, yaitu:

  1. Ketika beliau di bawa ke suatu ruangan disana beliau melihat ada 19 foto terpajang, dan beliau melihat ada foto Mahathir dan Badawi (Mantan dan Perdama Menteri Malaysia) dan beliau bertanya-tanya dalam hati lalu siapa yang lainnya dan ternyata kesembilas gambar tersebut adalah gambar orang-orang yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Menteri Pendidikan di Malaysia pasti diawali dari guru dulu. Jadi Mahattir dan Badawi pernah menjadi guru, menteri pendidikan dan kemudian Perdana Menteri. Jadi untuk Indonesia sebaiknya jika mau memilih menteri harus sisesuaikan dengan bidang pendidikan dan jabatannya.
  2. Cerita kedua ini menarik sekali, dosen saya diajak temannya ke tempat kasino. Kasino terbesar yang ada di Asia. Dibangun di sebuah Gunung bernama Gunung Ulu Kali dan saat ini bernama” The City of Entertaiment” untuk menuju ke sana yang tingginya 5 ribu kaki harus aik kereta gantung selama 30 menit dengan biaya 25 ringgit atau 75 ribu. Selain kasino ada hotel dengan jumlah kamar 15 ribu, dan kira-kira setiap harinya kamar yang digunakan mencapai 81-83% terpakai yach kira-kira 13 ribu penuh deh itu setiap hari. Tempat ini dibangun oleh Lim Goh Kong, ketika meminta izin oleh Perdana Menteri Mahathir Muhammad kala itu memberikan beberapa persyarata, yaitu: 1. Orang yang bleh masuk kasino adalah orang yang memiliki paspor saja (jadi orang malaysia gak bisa masuk karena gak punya paspor), 2. Taati peraturan pajak (berapa banyak pendapatan pajak yang diterima oleh pemerintah Malaysia setiap harinya….gila bener), 3. Di Asia tidak boleh ada yang lebih hebat dari ini. Untuk memulai pembangunan tempat kasino ini Lim membutuhkan waktu 3 tahun untk hanya pembuatan jalan menuju kesana. Dari sini dapat kita pelajari bahwa memang kasino adalah tempat orang berjudi tetapi membawa keuntungan yang besar buat negara dan orang Malaysia tidak bisa kesana karena kalau kesana khan harus pakai paspor he…he…pinter juga ide ini.
  3. Cyber City Putra Jaya yaitu sebuah komplek untuk para menteri yang dibangun diatas gunung yang sudah diratakan dan kesemuanya dengan fasilitas komunikasi no wahid karena tidak terlihat kabel-kabel disana. Kata temen dosenku terkadang antara Perdana Menteri dan Menteri jam 2 or 3 pagi masih suka rapat lewat internet.

Saya kira inilah beberapa sebab kenapa Malaysia bisa maju dengan baik meninggalkan Indonesia. Indonesia harus mau mempelajarinya walaupun dari negara tetangga. Jangan Malu karena ini demi kebaikan negara kita juga. Semoga Indonesia mau berbenah. Amin

2 thoughts on “Belajar dari Malaysia

  1. anda kenal Hasan al-Banna, tokoh dan ulama dakwah yg menggoncang dunia yg jaringan ikhwanul muslimin (IM) yg beliau dirikan telah berada lebih dari 70 negara, kematiannya yg memilukan menjadi tema pesta besar-besaran rakyat Amerika yg memusuhi dakwah ini….
    tokoh2 besar jg lahir dari gemblengan beliau, sebut saja Yusuf al-Qaradhawi, Said Hawa, Syaikh Muhammad al-Ghazali, Sayyid Sabiq (penulis buku fiqh terbaik, FIQH SUNNAH) adalah sentuhan tangan beliau yg ikhlas..
    dan tahukah anda, sebelum namanya menggemparkan dunia, membuat hati-hati org yahudi menciut,….
    beliau hanya seorang guru SD…
    ya SD (sekolah dasar)
    http://abinyahasan.wordpress.com/

  2. Saya sudah lama ingin mengontak pak ibrahim bafadal. Mungkin anda bisa membantu info alamat emailnya dan nomor teleponnya??

    Saya teman pak Bafadal ketika belajar di UM.

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s