Undangan Pernikahan Tanpa Denah

Tanggal 12 April 2009 tanteku akan mengadakan resepsi pernikahan setelah tanggal 2 november 2008 lalu dia melangsungngkan akad nikah. Sebagai keponakan yang baik (maksud hati sih…) saya pingin bantu keperluan tante saya. Karna bagaimanapun saya ingin terlibat dalam persiapan resepsinya.

Akhirnya saya diberi tanggungjawab untuk membuat undangan pernikahannya. Saya meminta salah seorang teman untuk membuat desainnya. Semuanya saya serahkan ke dia, saya minta dia membuat desain yang sederhana tetapi bagus.

Beberapa hari kemudian desain itu jadi, hasilnya cukup bagus warnanya merah marum, sederhana sekali. Saya suka dengan hasilnya kemudian kami cetak.

Wah ternyata hasil cetakannya unik sekali, warnanya nya tidak hanya menjadi warna merah marum saja tetapi berubah menjadi warna ungu terong sama warna ungu. Aku panik tapi mau bagaimana lagi. Semoga saja tanteku suka. Walaupun ku tau tanteku ini agak rewel.

Yach walaupun ku sudah berusaha tuk membuatnya dengan baik ternyata masih ada kurangnya juga. Yups ternyata undangannya gak ada denah or peta rumahnya. Hal kecil sih, ku kira gak penting karena khan di desa, eh ternyata sekarang di desa pun sudah banyak undangan yang menggunakan denah. He…he..gak mau kalah dengan kota ternyata. Untungnya tanteku hanya komplain aja. Coba marah wah bisa bingung aku. Lain kali gak lagi deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s