Pimpinanku Pembantuku (Raisati Khadimati)

Zahwa adikku paling kecil, saat ini dia masih duduk di kelas 3 SMP di sebuah pondok pesantren. Sejak di SD kelas satu dia sudah menjadi ketua kelas sampai kelas lima. Sebenarnya kelas enam dia masih mau diangkat kembali menjadi ketua kelas tapi dia sudah gak mau. Alasannya karena teman-temannya sudah mulai susah diatur, tetapi ada satu alasan paling penting yaitu karena dia malu selalu terpilih menjadi ketua kelas walaupun teman-teman sekelas mendukung dia. (wow eem…..ada yang merasa kesindir gak ya buat para pimpinan kita yang selalu maju menjadi pemimpin).

Nah maka itu sejak dia kelas satu SMP sampai kelas dua SMP dia tetap gak mau dipilih menjadi ketua kelas lagi padahal teman-teman sekelasnya sudah mau memilihnya menjadi ketua kelas tapi dia selalu berusaha menghindar dengan berbagai cara salah satunya ketika ada pemilihan ketua kelas dia tidak hadir bukannya disengaja tapi karena dia ada tugas untuk tidak masuk sekolah waktu itu makanya dia hanya terpilih menjadi bendahara kelas. Tapi ternyata di kelas tiga ini dia terpilih menjadi ketua kelas. Aku belum mengetahui alasan dia mau menjadi ketua kelas soalnya saat ini dia lagi dipondok agak susah ngobrolnya.

Sebenernya zahwa bukannya tidak mau dipilih menjadi ketua kelas, menjadi ketua kelas itu adalah sebuah amanah dan berarti menurut teman-temannya zahwa mampu menjadi pemimpin mereka. Dia bangga juga bisa menjadi ketua kelas tapi masalahnya berbeda. Menjadi ketua kelas di sekolahnya berarti dia harus mau menjalani tugas apapun dari guru maupun teman-temannya. Tugas-tugas itu bisa aja dia limpahkan kepada teman-teman sekelasnya secara khan dia ketua kelas tetapi itu tidak bisa karena disana ada istilah bahwa raisati khadimati, jadi tugas apapun harus dikerjakan oleh ketua kelas, mereka sudah memberikan amanah ini kepada ketua kelas jadi ketua kelas harus mau melaksanakannya. (em…pimpinan-pimpinan yang sekarang ada di pemerintahan gitu juga gak ya….kita rakyat yang telah memilih memberikan kepercayaan kepada kita tapi apakah bisa mereka menjadi pemimpin yang melaksanakan tugas dari rakyatnya, karena sesungguhnya rakyat yang berkuasa bukan pemimpinnya).

Semoga adikku zahwa bisa menjalani tugas ketua kelas ini dengan amanah dan ikhlas. Begitu juga para pemimpin yang ada di negara kita. Amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s