Sahabat Sejati

Seseorang yang mau berbagi segalanya denganmu

Berbagi dan merasakan kesedihan dan kebahagian

Selalu ada disampingmu ketika semua orang meninggalkanmu

Melihat semua sifat baikmu tanpa pernah melihat keburukanmu

Selalu mengingatkanmu ketika kau melakukan kesalahan

Selalu menjadi pendengar yang baik

Mendengarkan semua keluh kesahmu

Selalu ingat hari ulang tahunmu

Itulah sahabat sejati dan yang paling penting adalah dia selalu mengingatmu dalam setiap doa-doa panjang mu

Renungan 1 (Lakukan 32 hal ini pada orang tua anda, niscaya anda akan sukses dunia akhirat)

Jujur dari lubuk hati yang paling dalam ku hanya meminta maaf sama kedua orang tuaku ketika Idul Fitri saja, pada hari-hari lain seingatku aku tidak pernah meminta maaf. Tidak tahu mengapa, walaupun ku sadari ataupun tidak banyak sekali perbuatan dan kata-kataku yang menyakitkan perasaan orang tuaku, tetapi mereka dengan berjuta maaf yang mereka miliki selalu memaafkanku tanpa pernah ku minta.

Maafkan atas segala dosaku ma…pa…aku mungkin terlalu egois atau malu tuk mengatakannya langsung di depan kalian, karena yach inilah aku. Mungkin teman-teman juga begitu terlalu egois tuk mengakui kalau kita bersalah. Padahal banyak kesalahan yang sudah kita buat, terutama kata-kata yang terkadang keluar dari mulut kita ini yang menyakitkan mereka. Tetapi mereka selalu punya maaf untuk kita, selalu mendoaakn kita dalam setiap sujudnya. Tak pernah putus ridha mereka berikan disetiap langkah yang sedang kita jalani. Tak pernah putus kasih sayang, perhatian, dan limpahan materi merka berikan walaupun berjuta bahkan berulang kali kita menyakiti hati mereka. Tapi mereka selalu punya sejuta maaf dan doa.

Untuk itu, Jika ingin berhasil di dunia dan di akhirat, maka kerjakanlah beberapa pesan sebagai berikut:

1. Berbicaralah kepada kedua orangtuamu dengan sopan santun, jangan mengucapkan “ah” kepada mereka, jangan hardik mereka dan berkatalah kepada mereka de-ngan ucapan yang baik.

2. Ta’atilah selalu kedua orangtuamu selama tidak dalam maksiat, karena tidak ada ketaatan pada makhluk yang bermaksiat kepada Allah.

3. Berlemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, jangan bermuka masam di depannya, dan janganlah memelototi mereka dengan marah.

4. Jaga nama baik, kehormatan dan harta benda kedua orangtua. Dan janganlah mengambil sesuatu pun tanpa seizin keduanya.

5. Lakukanlah hal-hal yang meringankan meski tanpa perintah mereka. Seperti membantu pekerjaan mereka, membelikan beberapa keperluan mereka dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.

6. Musyawarahkan segala pekerjaanmu dengan orangtua dan mintalah maaf kepada mereka jika terpaksa kamu berselisih pendapat.

7. Bersegeralah memenuhi panggilan mereka dengan wajah berseri-seri sambil berkata, “Ada apa, Ibu!” atau “Ada apa, Ayah!”

8. Hormatilah kawan dan sanak kerabat mereka ketika mereka masih hidup dan sesudah mati.

9. Jangan membantah mereka dan jangan pula menyalahkan mereka, tapi usahakan dengan sopan kamu dapat menjelaskan yang benar.

10. Jangan membantah perintah mereka, jangan mengeraskan suaramu kepada mereka. Dengarkanlah pembicaraan mereka, bersopan santunlah terhadap mereka, dan jangan mengganggu saudaramu untuk menghormati kedua orangtuamu.

11. Bangunlah jika kedua orangtuamu masuk ke tempatmu dan ciumlah kepala mereka.

12. Bantulah ibumu di rumah dan jangan terlambat membantu ayahmu di dalam pekerjaannya.

13. Jangan pergi jika mereka belum memberi izin, meski untuk urusan penting, jika terpaksa harus pergi maka mintalah maaf kepada keduanya dan jangan sampai memutuskan surat menyurat dengan mereka.

14. Jangan masuk ke tempat mereka kecuali setelah mendapat izin terutama pada waktu tidur dan istirahat mere-ka.

15. Apabila tergoda untuk merokok, maka jangan merokok di depan mereka.

16. Jangan makan sebelum mereka dan jangan mencela mereka jika berbuat sesuatu yang tidak kamu sukai.

18. Jangan utamakan isterimu atau anakmu atas mereka. Mintalah restu dan ridha mereka sebelum melakukan sesuatu, karena ridha Allah terletak pada ridha kedua orangtua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan mereka.

19. Jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka dan jangan menyelonjorkan kedua kakimu dengan congkak di depan mereka.

20. Jangan congkak terhadap nasib ayahmu, meski engkau seorang pejabat tinggi, dan usahakan tidak pernah meng-ingkari kebaikan mereka atau menyakiti mereka, meski hanya satu kata.

21. Jangan kikir menginfakkan harta benda kepada mereka sampai mereka mengadu padamu, itu merupakan kehinaan bagimu. Dan itu akan kamu dapatkan balasannya dari anak-anakmu. Apa yang kamu perbuat akan menda-pat balasannya.

22. Perbanyaklah melakukan kunjungan kepada kedua orangtua dan memberi hadiah, sampaikan terima kasih atas pendidikan dan jerih payah keduanya, dan ambillah pelajaran dari anak-anakmu yaitu engkau merasakan be-ratnya mendidik mereka.

23. Orang yang paling berhak mendapat penghormatan adalah ibumu, kemudian ayahmu. Ketahuilah bahwa Surga berada di bawah telapak kaki ibu.

24. Usahakan untuk tidak menyakiti kedua orangtua dan menjadikan mereka marah sehingga kamu merana di dunia dan akhirat, kelak anak-anakmu akan memperlakukan kamu sebagaimana kamu memperlakukan kedua orang-tuamu.

25. Jika meminta sesuatu dari kedua orangtuamu maka berlemah lembutlah, berterima kasihlah atas pemberian mereka, maafkanlah mereka jika menolak permintaanmu, dan jangan terlalu banyak meminta agar tidak menggang-gu mereka.

26. Jika kamu mampu mencari rizki maka bekerjalah dan bantulah kedua orangtuamu.

27. Kedua orangtuamu mempunyai hak atas kamu, dan isterimu mempunyai hak atas kamu, maka berilah hak mereka. Jika keduanya berselisih usahakan kamu mem-pertemukan mereka dan berilah masing-masing hadiah secara diam-diam.

28. Jika kedua orangtuamu bertengkar dengan isterimu, maka bertindaklah bijaksana, dan berilah pengertian kepada isterimu bahwa kamu berpihak padanya jika ia benar, hanya kamu terpaksa harus mendapatkan ridha kedua orangtua.

29. Jika kamu berselisih dengan kedua orangtua tentang perkawinan dan thalak maka kembalikan pada hukum Islam, karena hal itu merupakan penolong yang paling baik.

30. Do’a orangtua untuk kebaikan dan kejelekan diterima Allah, maka hati-hatilah terhadap do’a mereka untuk kejelekan.

31. Bersopan santunlah dengan orang lain, karena barang-siapa mencela orang lain maka orang itu akan mencaci-nya. Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam bersabda: (( مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ )) “Di antara dosa-dosa besar adalah cacian seseorang terhadap kedua orangtuanya; ia mencaci orang lain maka orang itu akan mencaci ayahnya, ia mencaci ibu orang lain maka orang itu akan mencaci ibunya.”

32. Kunjungilah kedua orangtuamu ketika masih hidup dan sesudah matinya, bersedekahlah atas nama mereka dan perbanyaklah berdo’a untuk mereka, misalnya dengan do’a: (( رَبِّ اغْفِرْلِى وَلِوَالِدَيَّ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا ))

Semoga ini akan menjadi sebuah pengingat yang baik untuk kita semua, dan dapat bermanfaat,

Gak Usah Takut Tuk Jadi Penulis bag 1

Saya merupakan orang yang mempunyai obsesi untuk menjadi penulis. Sejak SMP orang tua saya sudah mendorong saya untuk berlatih menulis dengan cara saya disuruh menulis surat setiap satu minggu sekali karena kebetulan saya tinggal di pondok, dalam surat itu boleh ditulis apa saja. Orang tua saya agak keras dalam melatih saya dulu, karena kalau saya tidak mau menulis surat maka uang jajan saya akan dipotong.

Hukuman seperti itu ternyata sama sekali tidak memotivasi saya untuk membuat tulisan. Malah lama kelamaan saya semakin jarang menulis surat. Begitupun ketika saya kuliah, saya hanya mau menulis untuk tugas mata kuliah saya.

Orang tua saya sangat menyesalkan ketidak seriusan saya dalam hal menulis, saya pun sebenarnya begitu. Banyak ide yang saya miliki tetapi ketika akan memulai menulis ada saja yang tidak bisa tertuang, bisa tiba-tiba ditengah tulisan saya, semua ide akan mandek hilang entah kemana. Hal ini kemudian akan membuat saya tidak mau meneruskan tulisan saya. Selain itu saya termasuk orang yang tidak suka menulis dengan tulisan tangan atau itu salah satu alasan saya saja biar tidak menulis.

Kemudian beberapa tahun belakangan ini booming blog. Sejak 2007 saya memiliki blog ini. Diawal pembuatan blog ini saya rajin sekali memposting tulisan. Tulisannya pun dalam berbagai bentuk dan judul.

Tetapi dengan memiliki blog pun, kebiasaan saya menulis bukannya meningkat tetapi masih sama saja seperti dulu. Saya akan rajin menulis, saat saya mau saja.

to be continue…….

Wahai Anak Muda!!!Belajarlah Dari Warren Buffet

Siapa yang tidak mengenal Bill Gates, namanya selalu ada dalam deretan teratas orang terkaya di dunia. Bill Gates sangat populer, siapa yang tidak mengenalnya? tetapi pada tahun 2008 posisi Bill Gates diambil alih oleh WARREN BUFFET.

Siapa dia???

Terlahir dengan nama Warren Edward Buffett di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat 30 Agustus 1930, beliau adalah seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat. Ia memiliki julukan “Sage of Omaha” atau “Oracle of Omaha” alias seorang peramal dari Omaha. Warren dianggap sebagai orang yang bisa memprediksikan saham apa saja yang naik, dan saham apa saja yang turun. Kapan harus mengambil, atau kapan harus menjual, semuanya seolah sudah ada dalam “pengetahuannya”. Karena itu, apa saja yang dikatakannya tentang dunia saham, maka akan selalu diikuti oleh banyak orang.  Buffett telah mengumpulkan kekayaan yang sangat besar dari kecerdikannya berinvestasi melalui perusahaannya Berkshire Hathaway, di mana dia memegang 38% saham. Dengan perkiraan pendapatan bersih AS$44 milyar pada 2005, dia menduduki urutan kedua sebagai orang terkaya kedua dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates. Pada tahun 2008, ia menggantikan posisi Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes.

Chairman dan chief executive  Berkshire Hathaway Inc tersebut dikenal piawai meracik investasi. Perusahaan investasinya itu memegang saham besar pada sejumlah perusahaan terkemuka seperti Coca-Cola Co, Anheuser-Busch Cos dan Wells Fargo & Co.

Buffett juga dikenal sebagai seorang dermawan. Kekayaan pribadinya, baik berupa uang, properti dan saham, yang mencapai 49 miliar dolar AS (Rp455.700.000.000.000) sudah ia ikrarkan akan disumbangkan ke lima yayasan sosial. Wow Gila banget nih orang….keren booo

Sebagai calon orang kaya, kita perlu juga belajar dari si kakek ini. Karena memang ada beberapa sisi menarik dari kehidupannya yang dapat kita ambil sebagai pelajaran.

1. Warren Buffet pertama kali membeli saham untuk investasi pada saat berusia 11 tahun. Dan dia mengatakan bahwa itu sebenarnya sudah terlambat.
Pelajarannya adalah: “Ajarkanlah anak-anak kita untuk berinvestasi sejak usia dini.” Hal ini akan terbawa terus dalam pola hidupnya.

2. Dia berhasil membeli sebuah lading kecil pada usia 14 tahun dari hasil menjadi pengantar koran.
Pelajarannya adalah: “Ajarkanlah anak-anak kita untuk berbisnis sejak kecil. Dan sesuatu akan bisa dibeli dari hasil bisnis & menabung.”

3. Dia tetap tinggal di rumahnya yang relatif kecil, berkamar 3, dan sudah ditempati sejak menikah 50 tahun yang lalu. Dia mengatakan: “Saya memiliki segalanya di rumah ini.
Pelajarannya adalah: “Belilah sesuatu yang benar-benar anda butuhkan.”

4. Dia menyetir sendiri mobilnya kemana saja dan tidak pernah membutuhkan sopir maupun bodyguard.
Pelajarannya adalah: “Jangan pernah tergantung pada orang lain, hiduplah mandiri dan jadilah dirimu sendiri.”

5. Dia tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun dia memiliki perusahaan jet terbesar di dunia.
Pelajarannya adalah: “Selalulah berpikir cukup & bersyukur dengan apa yang engkau miliki.

6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Dia hanya menulis satu surat kepada para CEO-nya, yaitu memberitahukan mereka tentang target tahun itu. Dia tidak pernah rapat atau memanggil mereka.
Pelajarannya adalah: “Letakkanlah orang yang tepat pada posisi yang tepat.”

7. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk para CEO-nya:
1) Jangan habiskan uang pemegang saham
2) Jangan lupa peraturan No. 1
Pelajarannya adalah: “Buatlah suatu target yag jelas dan buatlah mereka fokus terhadap target tersebut.”

8. Dia tidak banyak bergaul dengan kalangan kelas atas. Dia banyak menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV di rumah.
Pelajarannya adalah: “Jangan suka pamer, jadilah diri sendiri.”

Warren Buffet termasuk orang yang tidak suka membawa handphone, bahkan tidak mempunyai computer di mejanya.

Bill Gates, sang pendiri kerajaan Microsoft, lima tahun lalu pernah mengadakan pertemuan dengan Warren Buffet. Rencana awalnya Bill Gates hanya akan bertemu sekitar 30 menit saja. Tapi kenyataannya, dia menghabiskan hampir 10 jam untuk berbincang-bincang dengan Warren Buffet.

Warren Buffet sempat memberikan nasehat untuk anak-anak muda. Apa itu ?

Dia bilang: “Jauhkanlah dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit. Berinvestasilah dengan apa yang kamu miliki. Serta ingatlah bahwa:
(1) Uang tidak menciptakan manusia, tapi manusialah yang menciptakan uang
(2) Hiduplah sederhana dan jadilah dirimu sendiri
(3) Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang. Dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja untuk dirimu
(4) Jangan memakai sesuatu karena merk, pakailah yang benar-benar nyaman untukmu
(5) Jangan habiskan uangmu untuk hal yang tidak benar-benar penting
(6) Jika engkau telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah kepada orang lain.

Jadi belum ada kata terlambat tuk mencoba belajar sesuatu dari beliau.

Gak perlu malu minta TOLONG!!!!

Ku mulai aktivitas pagi ini dengan belajar naik motor. Sebenernya sih dah bisa tapi…..yach masih takut jatuh dan gak PD aja. He…he…lucu ya masak naik motor aja pake gak PD. Yang saya takutkan kalau tiba-tiba motornya berhenti di tengah jalan wah pasti saya kan panik banget.

Pagi ini saya ajak adik saya keliling-keliling lingkungan rumah, walaupun awalnya dia juga agak takut saya bonceng maklum yang bonceng masih belajar tetapi akhirnya dia mau juga.

Sebelum berangkat saya wanti-wanti dia untuk bawa uang karena bensinnya sudah mau abis. Daripada kita harus dorong ditengah jalan. Bener juga di tengah jalan bensin sudah menunjukkan tinggal sedikit akhirnya cari warung yang jual bensin. Bensin diisi bukannya menghilangkan kekhawatiran saya eh malah nambah masalah karena motornya gak mau nyala juga. Padahal sudah saya engkol dengan sekuat tenaga. Untungnya ada bapak-bapak yang baik hati mau mengengkolkan, sekali engkol dah nyala, wah malu dan terima kasih banget sih.

Jalan-jalan pun kita lanjutkan, ku hati-hati banget biar gak mati. Karena motor ini agak sulit nyalainnya. Perlu di engkol. Eh dihati-hati malah tiba-tiba mati. Awalnya sih kita gak panik tapi….kok diengkol berkali-kali gak nyala juga ya. Sampe malu sama ibu-ibu yang lagi belanja. Dikirain bensinnya abis padahalkan baru diisi. Akhirnya kita dorong tuh motor. Maksud hati nyari bapak-bapak yang bisa dimintain tolong buat ngengkol nih motor. He…he…lucu ya minta tolong kok ngengkol motor. Ketemu juga sama bapak-bapak yang bisa kita mintai tolong walaupun mau banget tapi daripada kita dorong mending minta tolong.

Wah gak lagi-lagi deh bawa nih motor, kalau berhentinya di tengah jalan gimana ya, bisa panik aku, masak mau minta tolong sama orang yang lewat di jalan. He…he…jadi dapet belajaran kalau mau minta tolong gak perlu mau. Kalau malu sapa yang mau nolong. Malah akan susah sendiri kitanya.

Keranjingan Facebook

Mungkin aku termasuk orang yang telat keranjingan facebook. Karena sejak awal aku gak begitu tertarik untuk bergabung di facebook. Tapi lama-lama malu juga, karena banyak orang yang lagi pada keranjingan facebook.

Akhirnya ku putuskan tuk bergabung di facebook. Walupun bergabung masih agak maels-malesan karena belum familiar sama fasiitas yang disediakan. Fasilitas yang paling aku gemari adalah mencari teman. Ku akhirnya bisa ketemu sama temen-temen yang dah menghilang entah kemana.

Salah satu contohnya ku ketemu temen waktu di kampus walaupun kita beda fakultas, dia sekarang jadi penulis skenario. Skenarionya pernah ditayangkan di Suami-suami Takut Istri atau di Tawa Sutra, wah gila keren banget deh.

Gak nyangka aja lewat facebook, ku bisa ketemu sama temen-temen lama. Dengan adanya facebook, bisa menyambung tali silaturahmi yang sempat terputus.

Bagi yang belum bergabung di facebook, ku sarankan tuk cepetan bergabung. Karena gak ada ruginya kok.

Bercabang

Setiap pohan pasti memiliki cabang. Ada yang bercabang banyak atau sedikit. Em…mungkin pikiranku sama seperti cabang pohon. Sedang bercabang-cabang memikirkan berbagai hal yang sedang ku hadapi dan kurasakan.

Memikirkan siapa dosen pembimbing tesisku??? jadi deg-degkan menunggu seminggu lagi pengumuman dosen pembimbing. Semoga dapat dosen pembimbing yang sesuai dengan harapanku. Biar cepat selesai tesisnya terus mau membahagiakan papa, mama, dan adik-adikku. Miss u all

Doakan teman-teman biar cepat selesai tesisku dan akhir tahun ini bisa wisuda. ok Ya Allah pemudahkanlah jalan hamba untuk menyelesaikan tesis ini. Dan semoga tesisku bermanfaat bagi semua orang dan bisa menjadi amal shalehku kelak. Amin