Lumpur Lapindo Bikin Gila

Peristiwa lumpur Lapindo hampir memasuki tahun kelima, sejak 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa tahun ini telah menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur terutama Sidoarja.

Selain menyebabkan tergenangnya kawasan disekitarnya, dan memberikan pengaruh terhadap aktivitas perekonomian di sekitarnya. Lumpur Lapindo juga merusak fasilitas-fasilitas umum. Seperti ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan, dan mengakibatkan kemacetan di jalur-jalur alternatif, yaitu melalui Sidoarjo-Mojosari-Porong dan jalur Waru-tol-Porong.

Bagi masyarakat yang tinggal di Malang seperti saya ini, sangat terasa sekali dampak dari Lumpur Lapindo. Misalnya saja jika ada salah satu tanggul yang rusak maka jarak tempuh Surabaya-Malang yang bisanya bisa ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam atau 2 jam maka akan kami tempuh sekitar 4 jam. Atau yang lebih buruk lagi orang tua saya pernah terjebak macet di Lumpur Lapindo hingga 8-10 jam. Bagi kami warga Malang yang tidak terbiasa kena macet hal ini sangat membuat stress, untungnya saya pernah tinggal di Jakarta jadi kalau cuma macet 4 jam saja mah sudah biasa.

Tetapi yang tidak biasa adalah dampak dari Lumpur Lapindo ternyata mempengaruhi mental warga sekitar Lumpur Lapindo. Awalnya saya tidak yakin hal ini akan mempengaruhi mental atau jiwa mereka, tetapi ketika saya melihat dengan mata kepala saya sendiri saya baru yakin ternyata yang paling buruk adalah dampak Lumpur Lapindo yang bisa membuat orang sakit jiwa.

Hal ini saya lihat ketika saya dan ayah saya mau membeli tas di daerah Tanggulangin Sidoarja. Daerah Tanggulangin memang terkenal dengan produk tasnya yang bagus-bagus dengan harga miring. Dari Malang saya naik bis turun di Porong. Ketika turun dari bis itulah, saya melihat seorang bapak sedang duduk di depan rumahnya sambil terkantuk-kantuk. Awalnya sih saya dan ayah saya melihatnya seperti itu, tetapi ternyata lelaki itu terduduk didepan rumahnya yang dari dalam rumahnya mengalir Lumpur. Ternyata kata seorang ibu, bapak tersebut adalah pemilik rumah tersebut yang stress karena tempat tinggalnya belum ada kepastian ganti ruginya. Menyedihkan dan mengenaskan sekali nasib bapak tersebut.

Pemerintah saya anggap tidak serius dalam menangani kasus luapan lumpur panas ini. Masyarakat adalah korban yang paling dirugikan, di mana mereka harus mengungsi dan kehilangan mata pencaharian tanpa adanya kompensasi yang layak. Hingga kini, masalah Lumpur inipun belum dapat diselesaikan dan entah kapan akan selesai. Dan pihak mana lagi yang akan bertanggungjawab.

“Indonesia” Negara Kaya Tetapi Miskin

Apa yang tidak dimiliki oleh Indonesia?. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara  (Kepulauan Antara). Indonesia merupakan negara dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia.
Indonesia memiliki, berupa minyak bumi, timah, gas alam, nikel, kayu, bauksit, tanah subur, batu bara, emas, dan perak  dengan pembagian lahan terdiri dari tanah pertanian  sebesar 10%, perkebunan sebesar 7%, padang rumput sebesar 7%, hutan dan daerah berhutan sebesar 62%, dan lainnya sebesar 14% dengan lahan irigasi seluas 45.970 km.
Tetapi semua kekayaan alam indonesia yang melimpah ruah dikelola oleh negara lain, Freeport, ExxonMobile, Newmon, dan Inco. Perusahaan-perusahaan tersebut menguasai sumber-sumber kekayaan alam potensial seperti emas, nikel, gas, dan minyak bumi.
Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
DAri begitu banyak sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, Masyarakat Indonesia hanyalah sebagai buruh di tempat-tempat tambang tersebut. Padahal kekayaan tersebut adalah milik Indonesia. Tetapi masyarakat Indonesia tidak bisa merasakan kekayaan tersebut.
Saat ini saja, jumlah kemiskinan di Indonesia pada Maret 2009 saja mencapai 32,53 juta atau 14,15 persen [www.bps.go.id]. Kemiskinan tidak hanya terjadi di perdesaan tapi juga di kota-kota besar seperti di Jakarta. Kemiskinan juga tidak semata-mata persoalan ekonomi melainkan kemiskinan kultural dan struktural.
Karena tidak bisa mengelola sumberdaya alamnya sendiri, maka masyarakat Indonesia hanya bisa menjadi buruh di perusahaan-perusaahaan asing tersebut. Menyedihkan….Masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang miskin di Negara yang kaya.

Ternyata Menulis Ngangenin

Entah sudah berapa lama blog ini tidak pernah saya kunjungi, jangankan dikunjungi, dilirik sesaat saja tidak pernah. Walaupun sudah berkomitmen pada diri sendiri untuk menulis setiap hari tetapi terkadang jika sudah terjangkit virus yang mematikan ini maka akan sangat sulit tuk kembali untuk menulis.

Virus yang mematikan ini bernama “Virus Malas”, virus ini kalau sudah menjangkiti seseorang maka orang tersebut harus bangkit dengan segenap usaha kerja kerasnya agar mau menulis kembali.

Untuk itu saya mulai memotivasi diri sendiri untuk bekerja keras mengalahkan virus malas ini, karena sayang jika ide-ide yang sudah ada dibenak tidak dapat dituangkan kedalam sebuah tulisa. Apalagi jika tulisa yang saya buat dapat bermanfaat buat orang lain

Jadi semangat terus untuk menulis, jangan pernah menyerah dengan virus malas, karena virus malas bisa dilawan dengan kerja keras untuk tetap menulis. ok….ok….ok…..

Pimpinanku Pembantuku (Raisati Khadimati)

Zahwa adikku paling kecil, saat ini dia masih duduk di kelas 3 SMP di sebuah pondok pesantren. Sejak di SD kelas satu dia sudah menjadi ketua kelas sampai kelas lima. Sebenarnya kelas enam dia masih mau diangkat kembali menjadi ketua kelas tapi dia sudah gak mau. Alasannya karena teman-temannya sudah mulai susah diatur, tetapi ada satu alasan paling penting yaitu karena dia malu selalu terpilih menjadi ketua kelas walaupun teman-teman sekelas mendukung dia. (wow eem…..ada yang merasa kesindir gak ya buat para pimpinan kita yang selalu maju menjadi pemimpin).

Nah maka itu sejak dia kelas satu SMP sampai kelas dua SMP dia tetap gak mau dipilih menjadi ketua kelas lagi padahal teman-teman sekelasnya sudah mau memilihnya menjadi ketua kelas tapi dia selalu berusaha menghindar dengan berbagai cara salah satunya ketika ada pemilihan ketua kelas dia tidak hadir bukannya disengaja tapi karena dia ada tugas untuk tidak masuk sekolah waktu itu makanya dia hanya terpilih menjadi bendahara kelas. Tapi ternyata di kelas tiga ini dia terpilih menjadi ketua kelas. Aku belum mengetahui alasan dia mau menjadi ketua kelas soalnya saat ini dia lagi dipondok agak susah ngobrolnya.

Sebenernya zahwa bukannya tidak mau dipilih menjadi ketua kelas, menjadi ketua kelas itu adalah sebuah amanah dan berarti menurut teman-temannya zahwa mampu menjadi pemimpin mereka. Dia bangga juga bisa menjadi ketua kelas tapi masalahnya berbeda. Menjadi ketua kelas di sekolahnya berarti dia harus mau menjalani tugas apapun dari guru maupun teman-temannya. Tugas-tugas itu bisa aja dia limpahkan kepada teman-teman sekelasnya secara khan dia ketua kelas tetapi itu tidak bisa karena disana ada istilah bahwa raisati khadimati, jadi tugas apapun harus dikerjakan oleh ketua kelas, mereka sudah memberikan amanah ini kepada ketua kelas jadi ketua kelas harus mau melaksanakannya. (em…pimpinan-pimpinan yang sekarang ada di pemerintahan gitu juga gak ya….kita rakyat yang telah memilih memberikan kepercayaan kepada kita tapi apakah bisa mereka menjadi pemimpin yang melaksanakan tugas dari rakyatnya, karena sesungguhnya rakyat yang berkuasa bukan pemimpinnya).

Semoga adikku zahwa bisa menjalani tugas ketua kelas ini dengan amanah dan ikhlas. Begitu juga para pemimpin yang ada di negara kita. Amien

Ramadhan Kareem

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah ku masih diberikan umur tuk bertemu dengan ramadhan-MU. Untuk ramadhan kali ini ada yang spesial. Sejak puasa pertama hingga puasa kedelapan hari ini, aku jalani tanpa kehadiran mama. Mama harus mengurus adikku yang sakit di Ngawi.

Jujur, ternyata menjadi seorang ibu itu tidaklah mudah, banyak yang harus dikerjakan, aku baru menyadarinya. Ku kira mudah saja menyiapkan segala sesuatunya ternyata tidak. Harus menyiapkan makan sahur dan buka. Walaupun gak mudah yach lumayan lah ku bisa melewatinya juga itung-itung menjadi latihanku kelak sebelum menjadi seorang istri dan ibu.

Ibadahku jadi bertambah tidak hanya puasa, shalat, tadarrus tapi ditambah menyiapkan makanan tuk buka dan sahur. Lumayan capek juga tapi seneng juga apalagi kalau ternyata makanan yang kita buat enak…wah tambah seneng deh…..

Moga kita bisa melewati ramdhan kali ini dengan lebih baik lagi daripada tahun lalu dan dapat dipertemukan kembali dengan ramadhan tahun depan amien

Yuk Diet Nonton Sinetron

Sinema elektronik atau lebih populer disebut Sinetron merupakan sebuah tayangan sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi. Sinetron diawal pembuatannya bertujuan untuk memberikan sebuah tayangan yang dapat menghibur penontonnya.

Ketika tahun 90-an, sinetron belum sebanyak saat ini, saat ini tayangan di TV dipenuhi oleh sinetron. Contohnya saja Indosiar, mulai jam 15.00 sampai tengah malam tayangannya dipenuhi sinetron, mulai dari Kasih dan Amara, Tangisan Isabella, Mua’llaf, Inayah.

Tujuan dari sinetron sekarang sudah mulai berubah. Dari yang niatnya ingin menghibur tetapi sekarang  sinetron dibuat menjadi berpuluh-puluh episode kebanyakan karena tujuan komersial semata-mata sehingga dikhawatirkan menurunkan kualitas cerita, yang akhirnya membuat sinetron menjadi tidak lagi mendidik, tetapi hanya menyajikan hal-hal yang bersifat menghibur.

Hal ini banyak terjadi di Indonesia yang pada umumnya bercerita seputar kehidupan remaja dengan intrik-intrik cinta segi tiga, kehidupan keluarga yang penuh kekerasan, dan tema yang akhir-akhir ini sangat digemari yaitu tentang kehidupan alam gaib.

Lihat saja sinetron Inayah, yang kebanyakan jalan cerita sudah tidak masuk akal dan dibuat-buat. Contohnya masak ada anak bayi yang makan pisang satu tandan (gak masuk akal banget khan). Hal seperti ini akan memberikan pengaruh yang kurang baik bagi penonton terutama penonton cilik.

Hal ini sangat disayangkan karena sinetron memiliki jam tayang di jam-jam yang banyak ditonton. PH-PH yang ada seharusnya lebih cerdas lagi dalam membuat ide cerita, jalan cerita dan jangan terlalu banyak membohongi publik.

Saya lebih setuju jam tayang sinetron dikurangi. Dan pemerintah, terutama KPI lebih teliti tayangan yang patut ditonton atau tidak. Atau orang tua lebih baik mendampingi putra putrinya ketika menonton. Jangan biarkan putra-putri anda menonton sendiri.

Gak Usah Takut Tuk Jadi Penulis bag 1

Saya merupakan orang yang mempunyai obsesi untuk menjadi penulis. Sejak SMP orang tua saya sudah mendorong saya untuk berlatih menulis dengan cara saya disuruh menulis surat setiap satu minggu sekali karena kebetulan saya tinggal di pondok, dalam surat itu boleh ditulis apa saja. Orang tua saya agak keras dalam melatih saya dulu, karena kalau saya tidak mau menulis surat maka uang jajan saya akan dipotong.

Hukuman seperti itu ternyata sama sekali tidak memotivasi saya untuk membuat tulisan. Malah lama kelamaan saya semakin jarang menulis surat. Begitupun ketika saya kuliah, saya hanya mau menulis untuk tugas mata kuliah saya.

Orang tua saya sangat menyesalkan ketidak seriusan saya dalam hal menulis, saya pun sebenarnya begitu. Banyak ide yang saya miliki tetapi ketika akan memulai menulis ada saja yang tidak bisa tertuang, bisa tiba-tiba ditengah tulisan saya, semua ide akan mandek hilang entah kemana. Hal ini kemudian akan membuat saya tidak mau meneruskan tulisan saya. Selain itu saya termasuk orang yang tidak suka menulis dengan tulisan tangan atau itu salah satu alasan saya saja biar tidak menulis.

Kemudian beberapa tahun belakangan ini booming blog. Sejak 2007 saya memiliki blog ini. Diawal pembuatan blog ini saya rajin sekali memposting tulisan. Tulisannya pun dalam berbagai bentuk dan judul.

Tetapi dengan memiliki blog pun, kebiasaan saya menulis bukannya meningkat tetapi masih sama saja seperti dulu. Saya akan rajin menulis, saat saya mau saja.

to be continue…….