Nikmatnya Tidur Saat Puasa

Ramadhan merupakan bulan pehuh rahmat dan ampunan. Pada bulan ini, ummat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Seperti, puasa, shalat, membaca Al-Qur’an, sedekah, i’tikaf dan lain sebagainya.

HR. Muslim meriwayatkan: Berbagai amal-amal ketaatan diperintahkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan ini sebagai sebab untuk mendapatkan surga Allah yang pintu-pintunya dibuka khusus di bulan ini dan hendaklah menjauhi berbagai pelanggaran dan kemaksiatan yang dapat mendorongnya kedalam neraka, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Apabila datang Ramadhan: pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”

Untuk itu hendaklah ummat muslim mau meningkatkan ibadahnya selama bulan Ramadhan (sebaiknya sih tidak hanya bulan Ramadhan saja). Tetapi memang tidak mudah untuk menjalankan ibadah selama bulan puasa. Banyak sekali cobaannya, lapar, haus, mudah marah, lemas, dan yang pasti jika sudah memasuki jam 12 siang mata rasanya ngantuk setengah mati. Bawaannya mau tidur terus bangun-bangus sudah buka puasa.

Tidaklah banyak kebaikan dan keberkahan yang bisa diraih oleh orang yang mengisi waktu puasanya hanya dengan tidur saja karena dirinya telah kehilangan banyak kesempatan beramal. Dalam Majmu’ Fatawa wa Rosa’il Ibnu Utsaimin: 19/170-171, Ada hadits yang berbunyi:

صَمْتُ الصًّائِمِ تَسْبِيْحٌ وَ نَوْمُهُ عِبَادَةٌ
“Diamnya orang yang puasa adalah tasbih tidurnya adalah ibadah”

Adapun hadits lainnya yang berbunyi,”Tidurnya orang yang berpuasa ibadah, diamnya tasbih, doanya diijabah dan amalnya diterima.” maka menurut Syeikh Al Bani didalam kitabnya ”as Silsilah adh Dhaifah wa al Maudhu’ah” (10/230) adalah lemah.

Hadits itu diriwayatkan oleh Abu Muhammad bin Sho’id didalam ”Musnad Ibnu Abi Aufa” (2/120), ad Dailamiy (93/4) dan al Wahidiy didalam ’Al Wasith” (1/65/1) dari Sulaiman bin Amr dari Abdul Malik bin Umair dari Ibnu Abi Aufa.Al Bani mengatakan bahwa hadits ini palsu, Sulaiman bin Umar adalah Abu Daud an Nakh’i adalah seorang pendusta. Pemilik kitab ”Faidhul Qodir” mengatakan bahwa didalamnya terdapat Ma’ruf bin Hasan—ia adalah salah seorang—yang lemah sedangkan Sulaiman bin Umar an Nakh’i adalah orang yang lebih lemah darinya. Al Hafizh al Iroqi mengatakan bahwa didalam hadits itu terdapat Sulaiman an Nakh’i ia adalah salah seorang pendusta. (Faidhul Qodir juz VI hal 290).

Dengan demikian tidurnya orang yang berpuasa bukanlah ibadah karena hadits itu tidak benar berasal dari Rasulullah saw. Oleh karena itu, apabila ada saudara kita yang banyak tidur di siang hari di bulan Ramadhan dengan alasan bahwa tidur itu ibadah, jelas-jelas tidak ada dasarnya. Apalagi mengingat Rasulullah SAW pun tidak pernah mencontohkan untuk menghabiskan waktu siang hari untuk tidur.

Kalau pun ada, pada prakteknya Rasulullah SAW hanya sejenak memejamkan mata. Dan yang namanya sejenak, paling-paling hanya sekitar 5 sampai 10 menit saja. Tidak berjam-jam sampai meninggalkan tugas dan pekerjaan.

Iklan

Ahmadiyah Sesat

Para pengikut aliran Ahmadiyah bereaksi keras ketika aliran mereka dikatakan menyimpang oleh MUI. Dan MUI pun sudah mengeluarkan fatwa kalau Ahmadiyah termasuk dalam aliran sesat. Para pengikut Ahmadiyah akan mengajukan tuntutan hukum karena mereka tidak terima kalau alirannya dianggap sesat. Sebenernya apasih yang menyebabkan Ahmadiyah dianggap sesat??? Salah satunya adalah Aliran Ahmadiyah tidak mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir, mereka mengakui bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir. Padahal jelas sekali dalam Alqur’an surat Al Ahzab ayat 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi” dari ayat tersebut dapat terlihat jelas bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir dan atas dasar apa Mirza Ghulam Ahmad menyatakan dirinya nabi.

Saya termasuk orang yang tidak mengetahui banyak tentang Ahmadiyah, yang saya ketahui kesesatan Ahmadiyah dapat dilihat tidak mengakuinya Ahmadiyah bahwa Muhammad adalah nabi terakhir. Padahal dalam Islam jelas sekali diakui bahwa Muhammad adalah nabi terakhir. Makanya ketika Ahmadiyah dinyatakan sebagai aliran sesat saya setuju sekali seperti Ahmad Musyadek yang mengakui dirinya nabi. Ternyata kesesatan Ahmadiyah tidak hanya itu, masih banyak hal lainnya, lebih jelasnya bisa anda baca di Kesesatan Ahmadiyah: Ketika Istrimu Di Zinah! dari yang saya baca itu saya mengerti kenapa sejak dulu banyak yang menganggap Aliran Ahmadiyah sesat. Ada beberapa hal yang bertentangan antara Islan dan Aliran Ahmadiyah. Dalam Islam mengatakan bahwa segala hal memabukkan hukumnya haram sedangkan Ahmadiyah menyatakan bahwa khamar, narkotika, atau segala sesuatu yang memamukkan itu tidak haram padahal dalam Alqur’an jelas mengatakan bahwa “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,” [Al Baqoroh:219], “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” [Al Maa-idah:90], dan “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” [Al Maa-idah:91].

Masih banyak hal lain yang bertentangan. Tetapi sebaiknya memang harus diadakan diskusi antara para Pakar dan Tokoh-Tokoh Islam dan para pengikut Ahmadiyah. Mereka harus diberikan pencerahan agar mengetahui kesalahan mereka. Jangan Ummat Islam main hakim sendiri. Bagaimanapun Islam adalah agama yang cinta damai.

Semoga saja para pengikut Ahmadiyah diberikan hidayah oleh Allah, agar kembali ke jalan yang benar. Amin


Protes kepada Tuhan

Dari jam 01.00 pagi hingga sekarang jam 10.24 hujan tidak pernah berhenti. Untungnya kuliah masih libur jadi saya tidak perlu kekampus hujan-hujan. Cuma kasihan aja sama sepupuku yang harus ke kampus karena kuliah. Yach demi kuliah pergi juga dia ke kampus dengan tidak lupa pake jaket and payung pastinya.

Inilah susahnya kalau musim hujan datang. Jadi males mau melakukan kegiatan. Selain karena udara dingin, cipratan air hujan yang mengenai pakaian atau bawaannya laper terus. Pinginnya terus ada di dalem selimut. Selain itu hujan bikin banyak musibah banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan masih banyak lagi deh.

Kalau dah begini, terkadang aku pingin banget bisa protes ke Tuhan. Tapi……….boleh gak ya???? Tuhanku kenapa kau berikan kami hujan yang tiada henti? Bisakah kau berikan kami hujan yang jarang-jarang saja, jangan terus-terusan???.

“Wahai umat-KU, kenapa kau protes. Kalian ini bagaimana dikasih hujan salah, tidak dikasih hujan juga salah. Terus mau kalian apa? Bukankah hujan ini yang kalian inginkan untuk dapat mengairi sawah, mengirami hutan, dan agar air di sungai atau sumur kalian tidak kering. Penyebab banjir, tanah longsor itu bukan salah-KU, Seandainya saja kalian bisa menjaga apa yang sudah KU berikan, maka semua musibah itu tak khan pernah terjadi. Jadi jagalah semua yang sudah KU berikan”jawab Tuhan.

Aduh malunya…..Tuhanku KAU benar sekali, seharusnya kami bersyukur atas nikmat hujan yang telah kau berikan. Jika tidak ada hujan, maka bagaimana kami bisa mengairi sawah kami, karena air adalah penghidupan kami. Musibah banjir atau tanah longsoh itu semua bukanlah salah-Mu tetapi salah kami umat-Mu, yang tidak bisa menjaga hutan pemberian-Mu. Maafkan kami Tuhan dan terima kasih atas segala nikmat yang tiada henti yang Kau berikan pada kami.

Sukses dengan I’tikaf

Niat i’tikaf ini sudah ada sejak 3 atau 2 tahun belakangan. Tetapi sampai saat ini saya dan keluarga belum bisa melaksanakannya. Mungkin hanya niat saja yang kami miliki, tetapi ghirahnya belum kuat (mungkin he….he…). Semoga ini sudah menjadi catatan tersendiri oleh Allah.

I’tikaf dalam pengertian bahasa berarti berdiam diri yakni tetap di atas sesuatu. Sedangkan dalam pengertian syari’ah agama, I’tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadar.

I’tikaf disyari’atkan dilaksanakan di masjid berdasarkan firman Allah SWT: “(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al Baqarah [2]: 187).

I’tikaf dapat dilakukan kapan saja dan dalam waktu apa saja, dengan tanpa batasan lamanya seseorang ber-I’tikaf. Begitu seseorang masuk ke dalam masjid dan ia niat I’tikaf maka syahlah I’tikafnya ini menurut mazhab Syafi’i. Atau I’tikaf dapat dilakukan selama satu bulan penuh, atau dua puluh hari. Tetapi yang lebih utama adalah selama sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Banyak sekali tujuan melakukan I’tikaf. Salah satunya adalah untuk sementara kita memisahkan diri dari kegiatan duniawi. Melakukan semua kegiatan surgawi seperti Shalat, baca Qur’an, berzikir, bertafakkur, dan bertaubat atas segala dosa yang telah dilakukan. Pada saat beri’tikaf ini kita hanya berkonsentrasi pada Allah, melakukan hubungan batiniyah dengan sang pencipta.

Manfaat kita melakukanI’tikaf salah satunya adalah kita dapat bertemu orang-orang shaleh yang memang meluangkan waktu untuk beri’tikaf. Dan ternyata salah satu penunjang kesuksesan seseorang adalah dengan beri’tikaf. Kok bisa, lihat saja salah seorang pemilik media cetak di suatu daerah beliau biasa melakukan I’tikaf selama 30 hari di Makkah dan saat ini beliau mempunyai cabang banyak untuk media cetaknya, ada juga salah satu temen papaku, beliau sukses dalam mengelola bisnis dan politiknya karena setiap 10 hari terakhir Ramadhan beliau pasti tidak ada dirumah karena I’tikaf.

Tetapi contoh riil orang yang bisa sukses karena I’tikaf sudah pasti Rasullullah SAW. Beliau menjadi nabi sepanjang masa. Beliau dapat sukses menjadi pemimpin untuk ummatnya. Jadi tidak ada salahnya jika kita mencontoh beliau. Walaupun pastinya kita tidak bisa sesempurna beliau. Tetapi tidak ada salahnya jika kita mencoba. Orang seperti beliau atau para pengusaha itu saja bisa meluangkan waktunya untuk beri’tikaf. Apalagi kita yang pastinya memiliki waktu lebih banyak.

Jadi selamat mencoba. Jika belum bisa Ramadhan sekarang. Semoga kita masih diberi umur panjang, sehingga Ramadhan yang akan datang kita bisa melakukan I’tikaf. Amin.

Ayo Memburu Lailatul Qadar

Alhamdulillah hingga saat ini saya masih diberi kesehatan hingga dapat menjalankan puasa dengan baik. Puasa sudah memasuki hari ke 26, kesempatan saya untuk memburu Lailatul Qadar makin sedikit. Karena katanya hanya orang-orang tertentu saja yang dapat bertemu dengan Lailatul Qadar. Tetapi tidak ada salahnya jika saya mencoba untuk memburunya, siapa tahu saya diberi kesempatan oleh Allah untuk mendapatkan berkah LQ Amin. Karena setiap orang mempunyai hak untuk memburu LQ.

Lailatul Qadar terdiri dari 2 kata yang memiliki makna berbeda. Lailat artinya malam. Sedangkan dalam memaknai Al Qadar para ulama memiliki perbedaan pendapat. Al Qadar maknanya adalah kemuliaan dan keutamaan atau perencanaan dan penetapan (http://sayyidulayyaam.blogspot.com/).

Para Ulama memiliki versi berbeda-beda tentang tepatnya LQ terjadi. Ada yang mengatakan, LQ itu terdapat pada malam 10 terakhir Ramadhan. Ada yang mengatakan pada malam tanggal ganjil 21, 23, 25, 27, atau 29. Ada lagi yang memastikan tanggal 21 atau tanggal 27.

LQ  memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan malam-malam lainnya. Ciri-cirinya adalah pada malam tersebut keadaan langit terang benderang, tidak terasa panas dan juga tidak terasa dingin. Sementara pada pagi harinya keadaan matahari putih bersih tidak bersinar.

Beberapa ibadah yang perlu kita lakukan jika ingin memburu LQ:

  • Nabi saw. bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan salat qiyamu Ramadhan (salat tarawih) pada malam Lailatul qadar dengan dasar iman dan mengharap rida Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu”. (H.R. Al-Bukhari)
  • Nabi saw. bersabda, “Apabila datang Lailatul qadar, Malaikat Jibril bersama malaikat lainnya turun ke bumi mendoakan kepada setiap hamba yang berzikir dan berdoa kepada Allah, Allah menyatakan kepada para malaikat bahwa Allah akan memenuhi doanya. Allah berfirman, “Pulanglah kamu sekalian, Aku telah mengampuni dosa kalian dan Aku telah mengganti kejelekan dengan kebaikan”. Maka mereka pulang dan telah mendapatkan ampunan-Nya. (H.R. Al-Baihaqi dari Anas bin Malik)

Dari kedua hadist tersebut yang perlu kita lakukan adalah shalat tarawih, berzikir, berdoa dan memohaon ampunan atas dosa yang telah kita lakukan, kemudian kita lakukan amalan tersebut dengan hati yang IKHLAS dan KHUSYUK untuk mendapat Ridha Allah. InsyaAllah semua permohonan yang kita minta akan terkabul.

Tetapi sesungguhnya tidak hanya karena LQ saja kita jadi meningkatkan ibadah kita. Jadikan LQ sebagai suatu motivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki ibadah kita pada 10 hari terakhir Ramadhan. Karena mungkin pada awal-awal Ramadhan ibadah yang kita lakukan kurang sempurna.

Rasullullah

Sejak kecil setiap orang Islam mengetahui bahwa rukun Iman itu ada 6. dan rukun Iman ke 4 itu adalah iman kepada nabi. Nabi yang kita ketahui jumlahnya ada 25 nabi. Dan nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang mempuyai akhlak yang sangat luar diasa. Belau dikagumi oleh semua ummat Islam dari zamannya hingga sekarang. Tidak ada seorang ummat Isalampun yang tidak mengetahui Nabi Muhammad SAW. Walaupun hanya mengenal namanya saja.

Sebenarnya sebagai ummatnya, kita harus bisa mencintai Beliau dengan segenap cinta. Tetapi untuk menumbuhkan cinta kepada beliau tidaklah mudah, karena kita tidak dapat langsung menatap dan melihat bagaimana Nabi Muhammad menjalani kehidupannya dan menyebarkan agama Islam. Terkadang kita ingin melihat langsung keagungan akhlak yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebenarnya untuk menumbuhkan cinta kepada beliau sangatlah mudah karena kita mempelajari tentang beliau sejak kita duduk dibangku Sekolah Dasar. Saat pelajaran Agama Islam kita sudah mulai dikenalkan kepada Nabi Muhammad SAW. Memang tidak terlalu mendetail oleh sebab itu sebaiknya kita mempunyai peran aktif untuk mau membaca dan mencari refernsi dari buku, majalah atau betanya langsung kepada orang yang mengetahui tentang Beliau.

Cinta itu memang tumbuh karena kita bisa merasakan perjuangan yang beliau lakukan, membaca sejarah beliau dan meresapinya betapa beliau sangat mencintai ummatnya.

Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).

Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.

Tetapi cinta kita kepada Nabi Muhammad tidak seperti itu. Karena mencintai Nabi Muhammad SAW akan membimbing kita masuk dalam surga. Itu sudah menjadi jaminannya. Seperti para sahabat nabi muhammad yang sangat mencintai beliau. Mereka sudah mendapat jaminan dari Allah untuk masuk surga karena mencintai Nabi Muhammad melebihi diri mereka sendiri.

Cinta Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya juga tidak perlu diragukan lagi, ketika beliau akan meninggal, beliau menganggis dan sangat khawatir meninggalkan ummatnya. Beliau bekata ya ALLAH bagaimana ummatku nanti. Begitu besar cinta Beliau pada ummatnya. Sampai-sampai ketika ajal akan menjemputpun beliau masih memikirkan kita ummatnya. Pantaskah kita untuk tidak membalas mencintai beliau. Walaupun beliau sesungguhnya tidak pernah meminta kita untuk membalas cinta yang beliau berikan.