Senyum itu indah

Apa yang kita rasakan ketika kita melihat orang tersenyum?. Menurut saya, senyuman yang tulus dapat memberikan refleksi kejiwaan positif kepada orang lain. Senyum merupakan gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dsb.

Tetapi terkadang tersenyum itu sulit. Apalagi jika kita dalam keadaan marah, kesal, BT, emosi, atau capek, senyum akan menjadi suatu hal yang mahal untuk dilakukan. Senyuman yang kita lakukan ketika kita tidak dalam keadaan senang akan menimbulkan senyuman yang tidak tulus, orang disekitar kita dapat merasakannya.

Tersenyum tidak membutuhkan biaya, murah meriah tetapi dapat memberikan manfaat. Tersenyum juga dapat menciptakan kebahagiaan dan membangun kebahagiaan. Nabi Muhammad telah memelopori pentingnya senyuman agar memberikan rasa nyaman kepada orang lain. Rasulullah pernah memotivasi para sahabatnya tentang makna senyuman itu. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh HR. Muslim, Rasulullah berpesan, “Janganlah kalian menganggap remeh kebaikan itu,  walaupun itu hanya bermuka cerah pada orang lain,”.

Senyuman kini telah dikembangkan menjadi sebuah terapi yang menyejukkan diri sendiri dan orang lain. Senyuman memang sesuatu yang hebat dan dahsyat. Senyuman yang penuh dengan ketenangan akan mampu meluluhkan kemarahan seseorang. Sebaiknya kita membiasakan diri untuk bersikap tenang dan murah senyum dalam bergaul. Bila kita mampu melaksanakan dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW maka permusuhan dan pertengkaran akan dapat ditekan.

Dunia akan menjadi indah dengan senyuman dan apa jadinya bila semua orang bermuka masam,dan selalu cemberut. Apalagi tersenyum itu murah dan dapat memberi makna bagi orang disekitar kita dalam keadaan apapun sebaiknya kita belajar tuk selalu tersenyum dengan tulus.

Iklan

Pimpinanku Pembantuku (Raisati Khadimati)

Zahwa adikku paling kecil, saat ini dia masih duduk di kelas 3 SMP di sebuah pondok pesantren. Sejak di SD kelas satu dia sudah menjadi ketua kelas sampai kelas lima. Sebenarnya kelas enam dia masih mau diangkat kembali menjadi ketua kelas tapi dia sudah gak mau. Alasannya karena teman-temannya sudah mulai susah diatur, tetapi ada satu alasan paling penting yaitu karena dia malu selalu terpilih menjadi ketua kelas walaupun teman-teman sekelas mendukung dia. (wow eem…..ada yang merasa kesindir gak ya buat para pimpinan kita yang selalu maju menjadi pemimpin).

Nah maka itu sejak dia kelas satu SMP sampai kelas dua SMP dia tetap gak mau dipilih menjadi ketua kelas lagi padahal teman-teman sekelasnya sudah mau memilihnya menjadi ketua kelas tapi dia selalu berusaha menghindar dengan berbagai cara salah satunya ketika ada pemilihan ketua kelas dia tidak hadir bukannya disengaja tapi karena dia ada tugas untuk tidak masuk sekolah waktu itu makanya dia hanya terpilih menjadi bendahara kelas. Tapi ternyata di kelas tiga ini dia terpilih menjadi ketua kelas. Aku belum mengetahui alasan dia mau menjadi ketua kelas soalnya saat ini dia lagi dipondok agak susah ngobrolnya.

Sebenernya zahwa bukannya tidak mau dipilih menjadi ketua kelas, menjadi ketua kelas itu adalah sebuah amanah dan berarti menurut teman-temannya zahwa mampu menjadi pemimpin mereka. Dia bangga juga bisa menjadi ketua kelas tapi masalahnya berbeda. Menjadi ketua kelas di sekolahnya berarti dia harus mau menjalani tugas apapun dari guru maupun teman-temannya. Tugas-tugas itu bisa aja dia limpahkan kepada teman-teman sekelasnya secara khan dia ketua kelas tetapi itu tidak bisa karena disana ada istilah bahwa raisati khadimati, jadi tugas apapun harus dikerjakan oleh ketua kelas, mereka sudah memberikan amanah ini kepada ketua kelas jadi ketua kelas harus mau melaksanakannya. (em…pimpinan-pimpinan yang sekarang ada di pemerintahan gitu juga gak ya….kita rakyat yang telah memilih memberikan kepercayaan kepada kita tapi apakah bisa mereka menjadi pemimpin yang melaksanakan tugas dari rakyatnya, karena sesungguhnya rakyat yang berkuasa bukan pemimpinnya).

Semoga adikku zahwa bisa menjalani tugas ketua kelas ini dengan amanah dan ikhlas. Begitu juga para pemimpin yang ada di negara kita. Amien

Ramadhan Kareem

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah ku masih diberikan umur tuk bertemu dengan ramadhan-MU. Untuk ramadhan kali ini ada yang spesial. Sejak puasa pertama hingga puasa kedelapan hari ini, aku jalani tanpa kehadiran mama. Mama harus mengurus adikku yang sakit di Ngawi.

Jujur, ternyata menjadi seorang ibu itu tidaklah mudah, banyak yang harus dikerjakan, aku baru menyadarinya. Ku kira mudah saja menyiapkan segala sesuatunya ternyata tidak. Harus menyiapkan makan sahur dan buka. Walaupun gak mudah yach lumayan lah ku bisa melewatinya juga itung-itung menjadi latihanku kelak sebelum menjadi seorang istri dan ibu.

Ibadahku jadi bertambah tidak hanya puasa, shalat, tadarrus tapi ditambah menyiapkan makanan tuk buka dan sahur. Lumayan capek juga tapi seneng juga apalagi kalau ternyata makanan yang kita buat enak…wah tambah seneng deh…..

Moga kita bisa melewati ramdhan kali ini dengan lebih baik lagi daripada tahun lalu dan dapat dipertemukan kembali dengan ramadhan tahun depan amien

Sahabat Sejati

Seseorang yang mau berbagi segalanya denganmu

Berbagi dan merasakan kesedihan dan kebahagian

Selalu ada disampingmu ketika semua orang meninggalkanmu

Melihat semua sifat baikmu tanpa pernah melihat keburukanmu

Selalu mengingatkanmu ketika kau melakukan kesalahan

Selalu menjadi pendengar yang baik

Mendengarkan semua keluh kesahmu

Selalu ingat hari ulang tahunmu

Itulah sahabat sejati dan yang paling penting adalah dia selalu mengingatmu dalam setiap doa-doa panjang mu

Renungan 1 (Lakukan 32 hal ini pada orang tua anda, niscaya anda akan sukses dunia akhirat)

Jujur dari lubuk hati yang paling dalam ku hanya meminta maaf sama kedua orang tuaku ketika Idul Fitri saja, pada hari-hari lain seingatku aku tidak pernah meminta maaf. Tidak tahu mengapa, walaupun ku sadari ataupun tidak banyak sekali perbuatan dan kata-kataku yang menyakitkan perasaan orang tuaku, tetapi mereka dengan berjuta maaf yang mereka miliki selalu memaafkanku tanpa pernah ku minta.

Maafkan atas segala dosaku ma…pa…aku mungkin terlalu egois atau malu tuk mengatakannya langsung di depan kalian, karena yach inilah aku. Mungkin teman-teman juga begitu terlalu egois tuk mengakui kalau kita bersalah. Padahal banyak kesalahan yang sudah kita buat, terutama kata-kata yang terkadang keluar dari mulut kita ini yang menyakitkan mereka. Tetapi mereka selalu punya maaf untuk kita, selalu mendoaakn kita dalam setiap sujudnya. Tak pernah putus ridha mereka berikan disetiap langkah yang sedang kita jalani. Tak pernah putus kasih sayang, perhatian, dan limpahan materi merka berikan walaupun berjuta bahkan berulang kali kita menyakiti hati mereka. Tapi mereka selalu punya sejuta maaf dan doa.

Untuk itu, Jika ingin berhasil di dunia dan di akhirat, maka kerjakanlah beberapa pesan sebagai berikut:

1. Berbicaralah kepada kedua orangtuamu dengan sopan santun, jangan mengucapkan “ah” kepada mereka, jangan hardik mereka dan berkatalah kepada mereka de-ngan ucapan yang baik.

2. Ta’atilah selalu kedua orangtuamu selama tidak dalam maksiat, karena tidak ada ketaatan pada makhluk yang bermaksiat kepada Allah.

3. Berlemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, jangan bermuka masam di depannya, dan janganlah memelototi mereka dengan marah.

4. Jaga nama baik, kehormatan dan harta benda kedua orangtua. Dan janganlah mengambil sesuatu pun tanpa seizin keduanya.

5. Lakukanlah hal-hal yang meringankan meski tanpa perintah mereka. Seperti membantu pekerjaan mereka, membelikan beberapa keperluan mereka dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.

6. Musyawarahkan segala pekerjaanmu dengan orangtua dan mintalah maaf kepada mereka jika terpaksa kamu berselisih pendapat.

7. Bersegeralah memenuhi panggilan mereka dengan wajah berseri-seri sambil berkata, “Ada apa, Ibu!” atau “Ada apa, Ayah!”

8. Hormatilah kawan dan sanak kerabat mereka ketika mereka masih hidup dan sesudah mati.

9. Jangan membantah mereka dan jangan pula menyalahkan mereka, tapi usahakan dengan sopan kamu dapat menjelaskan yang benar.

10. Jangan membantah perintah mereka, jangan mengeraskan suaramu kepada mereka. Dengarkanlah pembicaraan mereka, bersopan santunlah terhadap mereka, dan jangan mengganggu saudaramu untuk menghormati kedua orangtuamu.

11. Bangunlah jika kedua orangtuamu masuk ke tempatmu dan ciumlah kepala mereka.

12. Bantulah ibumu di rumah dan jangan terlambat membantu ayahmu di dalam pekerjaannya.

13. Jangan pergi jika mereka belum memberi izin, meski untuk urusan penting, jika terpaksa harus pergi maka mintalah maaf kepada keduanya dan jangan sampai memutuskan surat menyurat dengan mereka.

14. Jangan masuk ke tempat mereka kecuali setelah mendapat izin terutama pada waktu tidur dan istirahat mere-ka.

15. Apabila tergoda untuk merokok, maka jangan merokok di depan mereka.

16. Jangan makan sebelum mereka dan jangan mencela mereka jika berbuat sesuatu yang tidak kamu sukai.

18. Jangan utamakan isterimu atau anakmu atas mereka. Mintalah restu dan ridha mereka sebelum melakukan sesuatu, karena ridha Allah terletak pada ridha kedua orangtua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan mereka.

19. Jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka dan jangan menyelonjorkan kedua kakimu dengan congkak di depan mereka.

20. Jangan congkak terhadap nasib ayahmu, meski engkau seorang pejabat tinggi, dan usahakan tidak pernah meng-ingkari kebaikan mereka atau menyakiti mereka, meski hanya satu kata.

21. Jangan kikir menginfakkan harta benda kepada mereka sampai mereka mengadu padamu, itu merupakan kehinaan bagimu. Dan itu akan kamu dapatkan balasannya dari anak-anakmu. Apa yang kamu perbuat akan menda-pat balasannya.

22. Perbanyaklah melakukan kunjungan kepada kedua orangtua dan memberi hadiah, sampaikan terima kasih atas pendidikan dan jerih payah keduanya, dan ambillah pelajaran dari anak-anakmu yaitu engkau merasakan be-ratnya mendidik mereka.

23. Orang yang paling berhak mendapat penghormatan adalah ibumu, kemudian ayahmu. Ketahuilah bahwa Surga berada di bawah telapak kaki ibu.

24. Usahakan untuk tidak menyakiti kedua orangtua dan menjadikan mereka marah sehingga kamu merana di dunia dan akhirat, kelak anak-anakmu akan memperlakukan kamu sebagaimana kamu memperlakukan kedua orang-tuamu.

25. Jika meminta sesuatu dari kedua orangtuamu maka berlemah lembutlah, berterima kasihlah atas pemberian mereka, maafkanlah mereka jika menolak permintaanmu, dan jangan terlalu banyak meminta agar tidak menggang-gu mereka.

26. Jika kamu mampu mencari rizki maka bekerjalah dan bantulah kedua orangtuamu.

27. Kedua orangtuamu mempunyai hak atas kamu, dan isterimu mempunyai hak atas kamu, maka berilah hak mereka. Jika keduanya berselisih usahakan kamu mem-pertemukan mereka dan berilah masing-masing hadiah secara diam-diam.

28. Jika kedua orangtuamu bertengkar dengan isterimu, maka bertindaklah bijaksana, dan berilah pengertian kepada isterimu bahwa kamu berpihak padanya jika ia benar, hanya kamu terpaksa harus mendapatkan ridha kedua orangtua.

29. Jika kamu berselisih dengan kedua orangtua tentang perkawinan dan thalak maka kembalikan pada hukum Islam, karena hal itu merupakan penolong yang paling baik.

30. Do’a orangtua untuk kebaikan dan kejelekan diterima Allah, maka hati-hatilah terhadap do’a mereka untuk kejelekan.

31. Bersopan santunlah dengan orang lain, karena barang-siapa mencela orang lain maka orang itu akan mencaci-nya. Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam bersabda: (( مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ )) “Di antara dosa-dosa besar adalah cacian seseorang terhadap kedua orangtuanya; ia mencaci orang lain maka orang itu akan mencaci ayahnya, ia mencaci ibu orang lain maka orang itu akan mencaci ibunya.”

32. Kunjungilah kedua orangtuamu ketika masih hidup dan sesudah matinya, bersedekahlah atas nama mereka dan perbanyaklah berdo’a untuk mereka, misalnya dengan do’a: (( رَبِّ اغْفِرْلِى وَلِوَالِدَيَّ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا ))

Semoga ini akan menjadi sebuah pengingat yang baik untuk kita semua, dan dapat bermanfaat,

Yuk Diet Nonton Sinetron

Sinema elektronik atau lebih populer disebut Sinetron merupakan sebuah tayangan sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi. Sinetron diawal pembuatannya bertujuan untuk memberikan sebuah tayangan yang dapat menghibur penontonnya.

Ketika tahun 90-an, sinetron belum sebanyak saat ini, saat ini tayangan di TV dipenuhi oleh sinetron. Contohnya saja Indosiar, mulai jam 15.00 sampai tengah malam tayangannya dipenuhi sinetron, mulai dari Kasih dan Amara, Tangisan Isabella, Mua’llaf, Inayah.

Tujuan dari sinetron sekarang sudah mulai berubah. Dari yang niatnya ingin menghibur tetapi sekarang  sinetron dibuat menjadi berpuluh-puluh episode kebanyakan karena tujuan komersial semata-mata sehingga dikhawatirkan menurunkan kualitas cerita, yang akhirnya membuat sinetron menjadi tidak lagi mendidik, tetapi hanya menyajikan hal-hal yang bersifat menghibur.

Hal ini banyak terjadi di Indonesia yang pada umumnya bercerita seputar kehidupan remaja dengan intrik-intrik cinta segi tiga, kehidupan keluarga yang penuh kekerasan, dan tema yang akhir-akhir ini sangat digemari yaitu tentang kehidupan alam gaib.

Lihat saja sinetron Inayah, yang kebanyakan jalan cerita sudah tidak masuk akal dan dibuat-buat. Contohnya masak ada anak bayi yang makan pisang satu tandan (gak masuk akal banget khan). Hal seperti ini akan memberikan pengaruh yang kurang baik bagi penonton terutama penonton cilik.

Hal ini sangat disayangkan karena sinetron memiliki jam tayang di jam-jam yang banyak ditonton. PH-PH yang ada seharusnya lebih cerdas lagi dalam membuat ide cerita, jalan cerita dan jangan terlalu banyak membohongi publik.

Saya lebih setuju jam tayang sinetron dikurangi. Dan pemerintah, terutama KPI lebih teliti tayangan yang patut ditonton atau tidak. Atau orang tua lebih baik mendampingi putra putrinya ketika menonton. Jangan biarkan putra-putri anda menonton sendiri.

Gak Usah Takut Tuk Jadi Penulis bag 1

Saya merupakan orang yang mempunyai obsesi untuk menjadi penulis. Sejak SMP orang tua saya sudah mendorong saya untuk berlatih menulis dengan cara saya disuruh menulis surat setiap satu minggu sekali karena kebetulan saya tinggal di pondok, dalam surat itu boleh ditulis apa saja. Orang tua saya agak keras dalam melatih saya dulu, karena kalau saya tidak mau menulis surat maka uang jajan saya akan dipotong.

Hukuman seperti itu ternyata sama sekali tidak memotivasi saya untuk membuat tulisan. Malah lama kelamaan saya semakin jarang menulis surat. Begitupun ketika saya kuliah, saya hanya mau menulis untuk tugas mata kuliah saya.

Orang tua saya sangat menyesalkan ketidak seriusan saya dalam hal menulis, saya pun sebenarnya begitu. Banyak ide yang saya miliki tetapi ketika akan memulai menulis ada saja yang tidak bisa tertuang, bisa tiba-tiba ditengah tulisan saya, semua ide akan mandek hilang entah kemana. Hal ini kemudian akan membuat saya tidak mau meneruskan tulisan saya. Selain itu saya termasuk orang yang tidak suka menulis dengan tulisan tangan atau itu salah satu alasan saya saja biar tidak menulis.

Kemudian beberapa tahun belakangan ini booming blog. Sejak 2007 saya memiliki blog ini. Diawal pembuatan blog ini saya rajin sekali memposting tulisan. Tulisannya pun dalam berbagai bentuk dan judul.

Tetapi dengan memiliki blog pun, kebiasaan saya menulis bukannya meningkat tetapi masih sama saja seperti dulu. Saya akan rajin menulis, saat saya mau saja.

to be continue…….